RSS Feed

kisah yang terpenggal

Posted by Unknown

tak ada yang lebih menyiksa dari sebuah perpisahan, 
berlalu begitu saja tanpa kata, tanpa segores pena
merobek dunia seseorang dengan seenak hatinya
bukankah kau sendiripun tahu, hatiku seperti kertas? sekali kau robek, tak akan bisa kembali seperti semula..
bukankah kau pun tahu, sekali kau tikam selamanya luka kan menganga??
ah entahlah.. 
 


ia masih saja termenung memandangi secangkir kopi hitam dengan gula secukupnya,
matanya sayu penuh sendu, seakan ada abu yang menyelimuti sekeping hatinya. di balik jendela, hujan membasahi seluruh kota, baginya, hujan di hatinya lebih hebat dari hujan di balik jendela itu.
jejak masa lalu telah mencekik hidupnya, kenangan yang tercecer di seantero kota membuatnya seakan ditusuk pedang sembilu.
sejenak ia keluar, melebur bersama derasnya hujan, berharap air matanya bersatu, berharap tak ada satu orangpun yang tau sesulit apa hidup yang dirasakannya..
biarkan tetes hujan menyapu seluruh air matanya
hembusan angin menjamahnya dengan mesra
membiarkan diri menari bersama tetesan air surga
dibalik hati yang tergores perih..
berteman dengan senja yang kian menyapa 

goresan pena 4 november 2014


0 komentar:

Posting Komentar