RSS Feed

No Title

Posted by Unknown


gerimis menampar mukaku dan aku berseru kepadamu, dimana telah kau sembunyikan lelakiku??
beribu lorong panjang telah ku telurusi
belahan bumi manapun telah ku tapaki demi aku bertemu dengan lelakiku.
awan hitam, mungkinkah ia bersembunyi dibalik kelammu?
ataukah mereka para prajurit menyekapnya?
ah, apakah kamu mengerti kesepianku? tidak jarang aku menjelma menjadi seekor kucing, agar aku bisa menelusup ke kampung kampung kecil, mengembara ke tempat yang sulit terjamah oleh mereka para manusia, namun lagi-lagi jelmaanku berbuah sia-sia, hanya bayang semu yang ku temui di tiap pojokan rerumahan, hanya itu yang mampu ku dekap, sebagai obat dari segala kerinduan yang telah mengakar menjaring hati hingga aku tidak berdaya, lelah, lantas menyerah.
aku memburu, selalu memburu, tiap sudut bumi atlas telah ku cari, tak peduli seberapa menyakitkan panas tak peduli seberapa demam dan gigilku karena serangan prajurit hitam dari gumpalan awan yang teramat kelam, tak peduli betapa menakutknnya sebuah malam yang mulai pekat dan perlahan terlelap.
tak pernah ku pedulikan betapa sakitnya, demi satu nama yang selalu menancap kuat di lorong hati, tak akan lepas karena apapun. sekalipun badai dahsyat menerjangnya, akupun akan mempertahankannya dengan dahsyatnya. tidak peduli berapa banyak mulut yang menghujatku karena aku mencintai lelakiku.
tak pernah peduli

M. Thoriqul Hadi, masa menjadi saksi, betapa tidak ada yang mampu mengusir namamu dari hatiku, sekalipun kau telah hilang dari pandangan mata.