RSS Feed

Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Posted by Unknown

Aku menjadi sebait puisi yang kesepian
Semakin ku coba bernyanyi, kian sesak hatiku
Sabda-sabda Cintaku kini serasa tak berwarna lagi
Adalah ketika yang kusanjung tak mau lagi memahami arti bahasa
Tak kusalahkan Cinta
Aku pun seperti berdansa dengan hantu-hantu
Tanpa rindu..
Tanpa Cinta..
Tanpa Drama..
Hampa..

"Masih adakah aku diruang hatimu"

Ketika jendela terbuka
Sinar Matahari mencubit manja kulit wajahku
Membelaimu halus selembar nyawaku
Setetes embun kujilat
Ssejuk mersasuk memberikan satu kedamaian
Rumput ranun bersenda gurau dengan sang bayu
Mereka seakan sedang tersenyum padaku
Aku hidup di episode yang baru
Memeiliki dialog baru yang kuyakin
lebih indah dari yang dulu
Aku bermain di atas kuntum rindu
yang besarnya tak terkira
Kutanya padamu embun..
Benarkah Dia Mencintaiku atau
hanya akan Mempermainkanku?
Kutanya kepadamu awan..
Benarkah Dia malaikat lucu yang
akan jadi penghias kesunyianku?
Terakhir kutanya padamu CintaKU..
Adakah satu ruang di sudut hatimu
untukku yang mendambamu?

by: penggalan puisi film Ketika Tuhan Jatuh Cinta
31 Desember 2014

Semarang, kota sejuta kenangan

Posted by Unknown

syair-syairku bersembunyi dibalik kenangan
menyusup di setiap sudut istimewanya
Di tiap jengkal kota ini, ada jejak abadi tentang sebuah rasa, di jalanan berlubang, 
di tepi pantai, bahkan di jembatan yang memisahkan
semarang, kota sejuta kenangan
berlalu lalang rangkaian cerita cinta
tentang sebuah ingatan yang membuncah seiring ombak yang mengecup tepian pantai, meluapkan kenangan
ah lagi lagi semarang adalah kota sejuta kenangan
pada rindu terdekat, aku mendekapmu erat.
diakhiri pelukan yang akan senantiasa kau ingat
pada jejak tak terbaca, aku mengingatmu
melihatmu tanpa mata, sudah cukup bagiku menuntaskan segala kerinduan
pada jarak yang mengikat, doa adalah isyarat
sebuah nama yang terselip diantara rindu dan dingin, dibawa sorotan lampu langit kota semarang
pada sebuah sajak tak lengkap, takdir telah dijatuhkan, selamanya.
dan aku akan menuliskanmu dibait penghabisan.

Ummu Salamah
30 desember 2014



bingar

Posted by Unknown






aku ingin lari ke hutan
menyanyi, berteriak tanpa batas
aku ingin bingar
merubah semua keadaan menjadi pasar
tidak ada yang lebih menyesakkan daripada sepi
sepi selalu saja bisa menghujam dan menjaring hatiku 
menyekapnya ke dalam penat yang semakin pekat
bunyikan saja lonceng-lonceng itu
pecahkan semua piring-piring itu
agar ada satu dentingan suara
yang mampu melenyapkan gundahku karena sepi

29 desember 2014 (kamar kost)